Mokume-gane – 木目金

mokumegane art

Apa itu mokumegane ? Mokume-gane merupakan istilah Bahasa Jepang yang jika diartikan “ulir kayu yang dibuat dari logam”. Mokumegane sendiri dipercaya lahir pada era Samurai  Jepang, dimana banyak digunakan sebagai kerah pedang (collar sword).

Tsuba by Takahasha Okitsugu. 19th Century.
Probably Shibuichi and Shakudo. Pattern depicts plum blossoms floating on water. Courtesy: Museum of Fine Arts, Boston. William Sturgis Bigelow Collection.
Tsuba by Denbei Shoami.
Copper and Shakudo.
Photo: Pijanowski.

Pada perkembangannya di Jepang, mokumegane banyak dipakai sebagai perhiasan, barang kerajinan dan lain-lain. Teknologi ini walaupun termasuk teknologi yang tinggi dalam dunia metalurgi, namun hanya diwariskan secara turun temurun oleh seorang master craftman kepada anak buah/ pewarisnya. Hingga kemudian datang beberapa orang dari Barat, tertarik dengan Teknik ini dan mempelajarinya secara ekslusif, dan kemudian baru banyak perkembangannya dalam 50 tahun terakhir. 

Perbedaan Mokumegane dan Damaskus Steel

Saat melihat mokumegane secara sepintas, hampir semua orang mengaitkan mokumegane ke damaskus steel. Apa sebetulnya Damaskus steel? Pedang Damaskus adalah pedang yang amat populer baik di kalangan kaum muslim maupun non muslim. Pedang ini diproduksi dari tahun 1100hingga tahun 1750. Pada jaman itu mereka telah menemukan tehnik metalurgi yang sangat tinggi dengan hadirnya pedang damaskus pada masa perang salib. Menurut national geographic, studi yang dilakukan terhadap pedang Damaskus ini mengungkapkan bahwa pedang legendaris tersebut mengandung nanowires, nanotube carbon, dan bahan-bahan mikro lainnya. Struktur yang rumit tersebut mungkin bisa menjelaskan mengapa pedang tersebut bisa menjadi sangat tajam. Bisa dikatakan para ilmuwan muslim di timur tengah telah menggunakan teknologi nano sejak seribu tahun yg lalu. Beberapa ahli metalurgi modern mengaku sudah berhasil membuat baja yg sangat mirip dengan baja Damaskus , namun tetap belum berhasil meniru 100%. 

Pedang Damaskus

Bahan baku pedang Damaskus ini dikenal sebagai baja Wootz. Baja ini berasal dari daerah daerah India dan dieksport ke Syria untuk ditempa menjadi pedang Damaskus. Baja wootz ini muncul pertama kali antara tahun 300 SM ± 500 M. 1000 tahun lebih awal sebelum dunia barat dapat membuat baja dengan kualitas yang baik. Baja wootz dikenal sebagai baja dengan kualitas terbaik pertama yang pernah dibuat di dunia.
Sebetulnya yang membuat Mokumegane dan Damaskus Steel mirip adalah dari pola kedua material tersebut. Keduanya memiliki pola ulir yang sangat unik pada permukaannya. Namun perbedaan yang paling utama adalah dari tujuan pemakaiannya. Mokumegane banyak dipakai sebagai bahan dasar kerajinan dan perhiasan. Oleh sebab itu banyak digunakan logam-logam non-besi, logam-logam mulia dan logam-logam berwarna. Contoh logam dan campuran logam yang paling banyak digunakan dalam Mokumegane adalah Tembaga dan campurannya, Perak dan campurannya, Emas dan campurannya, dan juga Platina. Kombinasi dari logam-logam ini menghasilkan warna-warna yang menarik untuk mata.



18K yellow gold and Platinum combination.
Mokumegane ring.
Steven Jacob’s Collection

Sedangkan Damaskus steel di jaman dahulu digunakan sebagai senjata, perlengkapan perang, dan lain-lain. Logam utama yang dipakai sudah jelas besi dan campurannya (steel). Walaupun memiliki pola yang serupa, namun jelas terlihat bahwa Damaskus steel hanya memiliki warna monokrom (hitam putih). Dalam perkembangannya, banyak pengrajin yang berusaha memadukan Mokumegane dan Damaskus Steel. Hal ini sangat memungkinkan dari sisi Metalurgi, dan masih akan banyak perkembangan yang tak terbatas jumlahnya yang belum dieksplor.

Damascus steel ring.
Steven Jacob’s Collection

Penulis sendiri mempelajari teknik ini, karena memiliki latar belakang Metalurgi dan berkesempatan belajar langsung dari tempat lahirnya teknologi Mokumegane di Jepang. Beberapa jenis logma yang berhasil di gabungkan hingga saat ini, yaitu:

Perak-Tembaga-Shakudo (tembaga+3% emas); Perak – Tembaga ; Perak – Shakudo (tembaga+3% emas). 

Ruben Septianus – Alumni SMU Kanisius 2005 Nagaoka, Niigata

Japan e-mail : d3m7_ruben@yahoo.com – Facebook : Ruben Septianus – Instagram : lio.russel

Source

  1. Mokumegane “a comprehensive study” by Steve midgett
  2. www.mokume.com
  3. https://www.kaskus.co.id/thread/508c9c081cd7196254000001/sejarah-pedang-damaskus/
  4. private collection